Pesan Menyentuh Cristiano Ronaldo Untuk Rekan Setimnya

Bintang pesepakbola asal Juventus, Cristiano Ronaldo akhirnya angkat bicara setelah salah satu rekan setimnya, Daniele Rugani positif terjangkit Virus Corona. Dirinya mengucapkan berbela sungkawa atas korban jiwa dari insiden Virus Corona.

Virus Corona semakin menyebar keberbagai penjuru dunia. Banyak korban yang sudah positif Virus Corona dan banyak juga yang telah meninggal dunia akibat virus tersebut. Sampai saat ini sudah lebih dari 130.000 kasus dengan korban jiwa lebih dari 5.000 orang.

Dengan meluasnya dampak Virus Corona, ajang kompetisi sepakbola Eropa terpaksa harus dihentikan untuk sementar waktu karena beberapa pemain dinyatakan positif terjangkit virus Corona.

Selan rekan setim Ronaldo, Daniele Rugani, virus berbahaya ini juga menyerang pesepakbola winger asal Chelsea, Callum Hudson-Odoi, pelatih Arsenal, Mikel Arteta dan lima pesepakbola Sampdoria serta penyerang Fiorentina, Dusan Vlahovic.

Sebagai salah satu rekan setimnya, Ronaldo sendiri juga terkena dampaknya. Dirinya diharuskan untuk mengikuti isolasi selama dua minggu dan wajib menjalani tes Corona. Hasil test pun menyatakan bahwa dirinya dinyatakan negatif virus Corona.

Ronaldo pun angkat bicara mengenai Virus Corona. Dirinya menyatakan bahwa sangat prihatin dan khawatir akan dampak dari virus berbahaya tersebut.

Ronaldo yang juga eks pemain Manchester United ini meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti prosedur anjuran yang dikeluarkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Pernyataan Resmi dari Cristiano Ronaldo Tentang Virus Corona

“Dunia saat ini sedang dalam keadaan dimana sangat menyulitkan dan sangat membutuhkan kepedulian serta kewaspadaan tinggi dari kita semua”,

“Saya hari ini berbicara bukan sebagai sosok pemain sepak bola tetapi sebagai ayah, anak dan manusia biasa yang juga sanbat khwatir terhadap perkembangan Virus Corona didunia saat ini”,

“Sangat penting untuk kita menjalankan prosedur yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan beberapa instansi pemerintahan terkait cara penanganan untuk keadaan yang terjadi saat ini. Perlindung terhadapa nyawa manusia adalah prioritas utama kita untuk saat ini”,

“Saya sangat ingin menyampaikan rasa berbelasungkawa kepada mereka semua yang telah kehilangan orang yang mereka sayangi. Rasa solidaritas untuk mereka semua yang saat ini sedang berjuang untuk sembuh terutama untuk rekan setim saya, Daniele Rugani”,

“Saya akan tetap terus memberikan dukungan kepada semua para ahli kesehatan yang berjuang mempertaruhkan nyawa demi untuk bisa menyelamatkan orang lain”,

Pespakbola-Pesepakbola Dunia Yang Pernah Masuk Penjara

Nasib naas pernah menghampiri salah satu pesepakbola legend, Ronaldinho. Eks pemain bintang asal Barcelona ini ditangkap oleh polisi saat sedang melakukan kunjungan ke Paraguay pekan lalu.

Penangkapan tersebut didasari karena dirinya menggunakan paspor palsu.Dengan tindakannya tersebut, eks pemain timnas asal Brasil ini harus mendekam dibui.

Nasib naas tersebut diawali saat Ronaldinho bersama dengan adik serta sang manager bisnisnya, Roberto Assis datang ke Paraguay untuk menghadiri acara amal.

Namun kedatangan Ronaldinho tersebut dicurigai oleh pihak berwenang karena dirinya menggunakan passport palsu. Dirinya pun langsun ditahan guna untuk menjalani beberapa penyelidikan dari kepolisian.

Dengan tindakan tersebut, Ronaldinho dan manager bisnisnya harus mendekam dibalik jeruji besi. Kasus yang menimpanya tersebut tentunya menambah deretan pemain sepak bola yang pernah mendekam dipenjara.

Lantas siapa sajakah pesepakbola yang pernah mendekam dipenjara? Dilansir oleh media Mirror, berikut beberapa pesepakbola yang pernah masuk kepenjara?

Ian Wright

Pesepakbola berkulit hitam ini merupakan satu diantara pesepakbola yang berkarir diajang Premier League dengan performa yang mengesankan bersama Arsenal. Dirinya pernah terlibat kasus soal pajak kendaraan.

Dengan tindakan tersebut, Wright dijatuhkan hukuman dua minggu penjara. Dirinya pun mengaku sangat menyesal dan tidak akan melakukannya lagi.

Joy Barton

Joy Barton adalah pesepakbola selanjutnya yang harus mendekam dibalik jeruji besi selama 74 hari lamanya pada Mei 2008 silam. Disepanjang karirnya, total hukuman penjara yang dijatuhkan untuknya mencapai 10 bulan.

Duncan Ferguson

Ferguson harus mendekam dipenjara selama tiga bulan pada tahun 1995 karena melakukan penyerangan terhadap Rangers Raith, Rovers John McStay. Saat itu, dirinya berada ditim Everton sebelum akhirnya bergabung dengan Newcastle pada 1998.

Tonny Adams

Eks pemain Arsenal, Tony Adams dikabarkan pernah berjuang melawan kecanduan terhadap minum-minuman alkohol. Kelakukannya tersebut membuat dirinya harus bermalam di jeruji besi.

Dengan tindakan tersebut, Adams dijatuhkan hukuman selama empat bulan tetapi penahanan baru saja berjalan dua bulan, dirinya sudah dinyata kan bebas. Dirinya mengakui bahwa mendekap dipenjara tidak mengajarinya tentang hal apapun itu.

Virus Corona Membuat Laga Liga Italia Kacau Balau

Kekhawatiran dengan Virus Corona yang saat ini sedang mewabah membuat laga Liga Italia 2019-2020 menjadi kacau balau sehingga muncul berbagai skenario terburuk bahwa kompetisi akan dihentikan.

Duel antar AC Parma vs SPAL di Stadion Stadio Tardini yang awalnya akan dilangsungkan pada hari Minggu (08/03/2020) pukul 12.30 waktu setempat dikabarkan akan terancam dihentikan karena Virus Corona dan atas permintaan dari Menteri Olahraga, Vincenzo Spadafora.

Mewakili apa yang dirasakan oleh masyarakat, Spadafora mendesak untuk Liga Italia dihentikan sementara waktu demi meminimalisir terhadap penyebaran wabah COVID-19 atau Virus Corona.

Para pemain AC Parma yang sedang menunggu dilorong untuk menuju kelapangan disuruh untuk kembali kekamar pengganti. Tindakan negosiasi juga berlangsung lama sebelum akhirnya memutuskan untuk melangsungkan laga tersebut pada pukul 13.45 atau 75 menit lebih lambat.

Pada kesempatan tersebut juga diputuskan bahwa seluruh laga Liga Italia yang berlangsung hari ini termasuk laga duel antara Juventus vs Inter Milan tetap akan dijalankan.

Setelah itu muncul kabar bahwa Federasi Sepak Bola Italia akan melakukan rapat dengan pemerintahan, klub dan para lega Serie A selaku operator kompetisi dihari Selasa (10/03/2020).

Tidak lama kemudian muncul sebuah ancaman dari Asosiasi Pemain Sepak Bola di Italia (AIC). Ancaman tersebut dilakukan untuk menghentikan laga jika sebuah kompetisi tetap berlanjut.

Pertemuan selanjutnya, mereka akan mencoba untuk menemukan titik temu dari dua klub tersebut. Pemerintahan dan  AIC menginginkan kompetisi tidak lanjut sedangkan para Lega Seria A, Klub FIGC dan Sky selaku pemegang hak siar pertandingan tersebut menginginkan laga tersebut berlanjut.

Saat ini ajang Serie A berlangsung tanpa adanya suportter demi meminimalisir penyebaran Virus Corona. Jika ajang Serie E tetap bergulir, pemerintahan menginginkan Lega dari Serie A dan Sky memberikan tayangan secara gratis untuk para fans dirumah, namun keinginan tersebut ditolak mereka.

Sampai sejauh ini, jadwal yang ditetapkan untuk melangsungkan kompetisi sudah berantakan karena beberapa pertandingan ditunda. Keadaan tersebut memunculkan kekacauan diakhir musim dan masih belum tau akan sampai kapan berakhirnya.

Klub-klub Liga Inggris Yang Memiliki Dominan Juara Bertahan Sepanjang Musim

Saat ini klub liga Inggris, Liverpool sedang mengalami masalah yang rumit untuk musim ini. The Reds masih memerlukan 18 poin lagi untuk memastikan mendapatkan gelar pada musim ini.

Peluang Liverpool untuk memiliki kekuasaan semakin besar setelah Manchester City takluk dengan skor akhir 0-2 saat melakukan aksi dikandang Tottenhan Hotspur dipekan ke-25 Liga Inggris, Senin (03/02/2020) WIB dinihari.

Dengan kekalahan tersebut membuat Liverpool hanya unggul 22 poin diposisi puncak kemenangan dan diposisi kedua ditempati oleh Manchester City.

Membahas sepanjang sejarah sepak bola Inggris ada beberapa moment dimana ketika sebuah tim mampu memenangkan ajang Liga Domestik dengan mudah.

Dilansir oleh medida Four Four Two, berikut beberapa gelar liga termudah dalam sepanjang sejarah sepak bila Inggris:

Preston North End (1888 – 1989)

Dimusim pembuka ajang di devisi pertama, Preston North End sangat mendominan memenangi ajang. Mereka mampu menyelasaikan ajang Liga tertinggi di Inggris tanpa adanya kekalahan dari 22 laga yang mereka jalani.

Preston berhasil mencetak gol terbanyak dibandingkan dengan tim lainnya dan hanya mengalami paling sedikit kebobolan. Mereka akhirnya menyelasaikan musim tersebut dengan menjuarai ajang Liga dan sekaligus memboyong Piala FA.

Aston Villa (1896 – 1897)

Aston Villa menjadi klub kedua setelah Preston yang berhasil memenangkan ajang Liga dan Piala FA. Dimusim tersebut, Mereka hanya mengalami empat kali kekalahan diajang Liga.

Saat itu, Aston Villa menjadi juara dengan berhasil mengantongi 11 poin diperingkat kedua. Mengingat kembali, saat itu kemenangan masih dihargai dengan dua poin.

Pada musim tersebut, Sheffield United menempati posisi kedua dengan total 13 kali kemenangan dari 30 laga yang mereka jalani.

Sunderland (1935 – 1936)

Sunderland sempat memegang dominasi didevisi teratas diajang Liga Inggris diakhir abad ke-19. Tetapi setelah itu mereka harus puasa gelar sejam musim 1913.

Johnny Cochrane berusaha keras untuk bisa membangkitkan tim saat dirinya dirujuk sebagai manajer dimusim 1928. Setalah tujuh tahun berselang, Sunderland menjadi perantara runner up ajang liga, tepatnya dimusim 1934-1935. Tahun tersebut, Sunderland harus kalah bersaing dengan Arsenal.

Namun dimusim berikutnya, Mereka benar-benar bangkit dengan berhasil menyelesaikan laga sebagai kampiun untuk juara dan unggul 8 poin dengan total 15 poin jika mereka menang dan dihargai dengan tambahan 3 poin.

Drama Gol Duel Chelsea Kontra Leicester City

Chelsea harus terima kegagalan untuk mendapatkan tiga poin saat bertandang kemarkas Leicester City di King Power Stadium dipekan ke-25 ajang Premier League. Laga yang berlangsung pada Sabtu, (01/02/2020) ini harus berakhir dengan skor imbang 2-2.

Hasil imbang ini membuat posisi untuk kedua tim dipapan klasemen sementara Premier League ini tak berubah. Saat ini Leicester City berada diposisi ke-3 dengan total 49 poin sedangkan Chelsea berada diposisi ke-4 dengan total 41 poin dipapan klasemen sementara.

Diawal laga, kedua tim ini tidak mampu menembus pertahanan lawan. Memasuki menit ke-23, Leicester City memiliki peluang  dari sepakan bola kaki kanan Ricardo Pereira. Namun peluang tersebut tidak bisa dimanfaatkan dengan baik.

Selang dua menit selanjutnya, kiper Chelsea, Wilfredo Caballero berhasil melakukan tindakan penyelamatan yang gemilang. Dia berhasil menepis sepakan dari jarak dekat dari striker Leicester City, Jamie Vardy.

Chelsea berhasil mendapatkan peluang pertama dimenit ke-31. Namun sayangnya peluang tersebut tidak bisa dimanfaatkan dengan baik dan masih bisa ditangkap pleh kiper Leicester City, Kasper Schemichel.  Sampai berakhirnya babak pertama, skor imbang kacamata pun tidak berubah.

Memasuki babak  kedua tepatnya semenit berjalannya laga, Chelsea berhasil unggul. Eksekusi dengan sepak pojok Mason Mount berhasil ditanduk oleh Antonio Rudiger kedalam gawang Leicester.

Namun, kunggulan yang dipegang oleh Tuan Rumah tidak bisa bertahan lama. Leicester berhasil menyamakan kedudukan dimenit ke-54 melalui bola yang dihasilkan oleh sepakan kaki kanan Harvey Barnes dari kotak pinalti Chelsea.

Kemudian Leicester kembali memegang kunggulan dimenit ke-64. Mereka mendapatkan umpan silang dari Youri Tielemans, bola yang dihasilkan dari Ben Chiwell berhasil merobek gawang dari tim besutan Frank Lampard.

Memasuki menit ke-71, Chelsea berhasil menyeimbangkan kedudukan. Sepakan pojok dari Mason Mount berhasil disundul oleh Antonio Rudiger yang harus gagal dihentikan oleh Kasper Chemichel.

Tuan Rumah kembali memiliki peluang emas dimenit ke-80. Jamie Vardy berhasil memanfaatkan umpan silang yang disambar dengan sepakan dari Harvey Barnes. Namun sayangnya, bola dari hasil sepakan salah satu pemain Leicester harus melenceng tipis kearah sebelah kanan gawang Chelsea.

Sampai berakhirnya babak kedua, kedua tim masih belum mampu mencetak gol lagi. Laga tersebut harus berakhir dengan skor imbang yaiut 2 – 2.

Arsenal Harus Mencari Pengganti Shkodran Mustafi

Pada musim ini,  Arsenal harus menambal skuatnya khususnya sektor belakang. Hal ini terjadi karena di sektor belakang The Gunners pada musim ini mendapatkan serangan bertubi-tubi yang menyebabkan beberapa pemain sektor belakangnya mengalami cedera.

Seperti yang kita ketahui, sekarang ini Arsenal sudah tidak bisa memakai 2 pemainnya yaitu Kieran Tierney dan juga Calum Chambers. Kedua pemain tersebut mengalami cedera yang mengharuskan mereka untuk beristirahat yang cukup lama. Chambers diperkirakan akan bisa bermain kembali pada bulan Agustus.

Meskipun kedua pemain mereka cedera, naasnya pada laga dibabak ke-4 FA CUP dini hari tadi, salah satu pemain belakang mereka Shkodran Mustafi harus menyusul kedua pemain yang cedera.

Sejauh ini, belum ada kabar pasti kapan Mustafi akan diistirahatkan dari lapangan. Tetapi, satu hal yang pasti yaitu The Gunners harus mencari pemain pengganti di sektor pertahanan agar bisa menambal di jantung pertahanan mereka.

Martin Keown, sang legenda Arsenal pun terlihat khawatir dengan kondisi mantan klubnya. Ia meminta agar pihak klub langsung mencari pemain belakang baru pada bursa musim dingin yang akan ditutup tidak lama lagi.

Meskipun kala itu Mustafi cedera, Arsenal tetap bisa memenangkan pertandingan tersebut. Pada laga tersebut, Arsenal bertemu dengan Bournemouth dan berhasil menang dengan skor 2-1.

Kemenangan arsenal disumbangkan oleh dua gol yang masing-masing bersalah dari pemain muda di The Gunners yaitu, Eddie Nketiah dan Bukayo Saka.

Klopp Menyatakan Bahwa Liverpool Belum Menang di Premier League

Poin yang diraih Liverpool dalam Premier League dinilai sangat tinggi, dan meninggalkan jarak yang cukup jauh yaitu selisih 16 poin dari posisi kedua Manchester City.  Dengan poin yang sangat tinggi tersebut, publik pun setuju bahwa Liverpool sudah dipastikan menjadi pemenang di Peremier League. Namun Jurgen Klopp, selaku pelatih Liverpool tidak mengiyakan anggapan publik terkait hal ini.

Selain itu, Liverpool juga masih mempunyai sisa 1 pertandingan di Liga Premier. Jika, Liverpool berhasil menang dan juga mendapatkan tiga poin maka The Reds tentunya akan memperlebar selisih poin antara mereka dengna Manchester City yaitu menjadi 19 poin.

Apalagi jika kita meliha performa Manchester City sejauh ini. Penampilan yang ditampilkan oleh mereka sangan tidak stabil kadang naik dan kadang turun. Oleh karena itu, tentunya bukan tanpa landasan bahwa publik menganggap trofi Premier League sudah berada di pangkuan Mohamed Salah dan kawan-kawan.

Meskipun begitu, Klopp mengatakan bahwa jalan Liverpool di Premier League masih belum selesai. Karena masih ada pertandingan yang tersisa dan Liverpool belum secara sah meraih trofi Liga Premier. Oleh karena itu, untuk sekarang Klopp masih berpikir untuk bagaimana caranya ia dapat meraih kemenangan di laga berikutnya.

Dan ternyata, Klopp mengatakan bahawa ia lupa berapa poin yang telah didapatkan oleh Liverpool dalam laga Liga Premier sejauh ini.

Pemain Timnas Portugal Ini Masih Membuka Kans Gabung MU

Foxrungames.com – Gelandang milik Sporting Lisbon yaitu Bruno Fernandes dikabarkan tertarik untuk berpindah klub dimasa depan. Hal itu dia utarakan usai menyikapi berbagai rumor yang menyebutkan jika dirinya di incar oleh banyak klub top eropa. Salah satunya adalah Manchester United.

Nama Bruno Fernandes mencuat usai dirinya mampu tampil fenomenal dilini tengah Sporting Lisbon. Yang bersangkutan mampu tampil oke dengan menyumbangkan banyak gol dan juga assist. Tercatat jika Bruno Fernandes mampu menciptakan 20 gol dan juga 13 assist dalam seluruh pertandingan yang dijalani olehnya.

Dengan performa yang brilian tersebut membuat yang bersangkutan mendapatkan minat dari klub asal Inggris yaitu Manchester United. MU bahkan berulang kali mencoba melayangkan tawaran kepada kubu Sporting Lisbon agar segera melepas pemain andalannya pada awal musim kemarin. Namun sayang transfer tersebut batal terlaksana usai kedua klub tidak menemui kata sepakat.

Mendapatkan pertanyaan dari media tentang ketertarikan Manchester United Bruno Fernandes pun menanggapinya dengan sangat santai. Dirinya merasa jika saat ini ia tengah fokus dan tidak terlalu memikirkan berbagai rumor mengenai masa depannya.

”Setiap rumor adalah sesuatu yang biasa, anda hanya perlu menanggapi itu dengan biasa saja. Tidak perlu dilebihkan mengenai transfer tersebut.” ucap Bruno Fernandes.

”Jika anda melihat dimasa lalu berbagai kabar mengenai transfer saya akan selalu ada. Itu sangat normal jika anda tampil bagus disetiap musim. Saya merasa baik dan saya merasa terus belajar menjadi pemain yang jauh lebih baik lagi.” tutur Bruno Fernandes.

Kontrak Bruno Fernandes sendiri baru akan berakhir pada musim 2021 nanti, dirinya memiliki klausul pelepasan mencapai 65 juta euro. Kabarnya Manchester United masih meminati gelandang timnas Portugal itu.

Guardiola Puji dan Sindir Sadio Mane

Guardiola Puji dan Sindir Sadio Mane

Setelah berhasil mengunci tiga poin penuh dari Southampton berkat kemenangan tipis 2-1, Manchester City telah ditunggu oleh pemuncak klasemen sementara Liverpool di laga selanjutnya yang akan digelar akhir pekan depan. Meski pertandingan kedua tim baru digelar sepekan mendatang, namun manajer City, Josep Guardiola mencoba memberikan pandangan dirinya mengenai performa Liverpool serta penyerang andalan The Reds, Sadio Mane.

Liverpool sendiri berhasil melakukan comeback untuk mengatasi perlawanan dari Aston Villa Sabtu malam WIB. The Reds dipaksa untuk bekerja keras guna meraih tiga angka dari markas lawannya tersebut. Tertinggal hampir sepanjang pertandingan, Liverpool akhirnya mampu menyamakan skor di menit ke-87 sebelum berhasil mencetak gol kemenangan di masa injury time.

Dalam pertandingan ini Mane muncul sebagai pahlawan kemenangan timnya berkat satu assist dan satu gol yang ia sumbangkan. Guardiola mengakui bahwa Mane merupakan pemain yang sangat berkualitas, namun ia juga menuding Mane sebagai pemain yang suka melakukan diving.

Mane sendiri memang sempat dihukum kartu kuning oleh wasit dalam pertandingan melawan Aston Villa karena ketahuan melakukan diving untuk mendapatkan penalti di babak pertama. Namun, terlepas dari itu semua Guardiola mengakui bahwa Liverpool merupakan tim yang kerap mampu melakukan comeback di menit-menit terakhir.

“Mereka telah banyak mencetak gol di menit-menit akhir dalam beberapa musim terakhir. Gol kali ini karena Mane merupakan pemain yang memiliki talenta yang sangat spesial. Ia kadang-kadang melakukan diving dan kadang-kadang menunjukkan bakatnya untuk mencetak gol luar biasa di menit akhir. Ia pemain yang sangat bertalenta,” ungkap Guardiola.

“Jika hal seperti ini hanya terjadi satu atau dua kali, maka itu bisa kita katakan sebatas keberuntungan. Namun hal seperti ini sudah terus terjadi berkali-kali dalam dua musim terakhir. Mereka memiliki mental khusus untuk selalu bisa mencetak comeback di akhir pertandingan. Namun kami hanya akan fokus kepada diri sendiri dan kami sepenuhnya sadar tim seperti apa yang akan menjadi lawan kami selanjutnya. Saya kira mereka telah mencatatkan sepuluh kali kemenangan dan satu hasil imbang. Pekan depan kami akan pergi ke Anfield dan berusaha untuk bisa melawan mereka,” pungkas pelatih asal Spanyol tersebut.

Conte Kecewa Inter Raih Satu Poin Atas Parma

Conte Kecewa Inter Raih Satu Poin Atas Parma

Inter Milan dipaksa bermain imbang oleh tamunya, Parma di giornata kesembilan Serie A musim 2019-2020 Sabtu malam WIB. Tambahan satu angka ini nyatanya membuat pelatih Inter, Antonio Conte kecewa. Pelatih asal Italia itu mengaku tidak puas atas hasil akhir pertandingan karena ia menilai timnya layak untuk bisa mendapatkan tambahan tiga angka penuh.

Dalam pertandingan yang digelar di Giuseppe Meazza itu, Inter yang berstatus sebagai tuan rumah sejatinya mampu tampil bagus. Hasilnya, La Beneamata telah berhasil mengantongi keunggulan di menit ke-23 melalui gol yang disarangkan oleh Antonio Candreva. Selepas gol itu, para pemain Inter terlihat lengah dan hal itu langsung dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Parma untuk mencetak dua gol melalui aksi Yann Karamoh di menit ke-26 serta Gervinho di menit ke-30 untuk membalikkan keadaan.

Setelah itu permainan Inter terlihat sangat buruk di sisa waktu babak pertama. Beruntung, hingga 45 menit babak pertama usai Inter tak lagi menderita kebobolan dan skor 2-1 ini bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua Inter mampu tampil lebih baik dan sukses mencetak gol penyama kedudukan melalui gol dari Romelu Lukaku saat pertandingan memasuki menit ke-51. Usai berhasil menyamakan skor, Inter tampil dominan dengan terus menguasai jalannya pertandingan.

Akan tetapi, hingga pertandingan berakhir Inter gagal mencetak gol kemenangan sehingga harus puas dengan tambahan satu poin lewat skor imbang 2-2. Kegagalan Inter meraih tiga angka ini memang layak disesali mengingat sebelumnya Juventus lebih dulu kehilangan angka kala ditahan imbang 1-1 oleh Lecce. Andai berhasil menang, maka Inter akan berhasil merebut puncak klasemen dari Juventus. Tambahan satu angka ini membuat Inter mengoleksi 22 poin saat ini dengan menduduki peringkat kedua klasemen, tertinggal satu poin di belakang Juventus yang saat ini berstatus sebagai pemuncak klasemen sementara.

“Kami tidak perlu melihat hasil lain, kami hanya perlu fokus dengan hasil sendiri. Babak pertama sangat sulit bagi kami, Parma bermain dengan sangat bagus dan kami seakan memberikan mereka kemudahan. Hal itu bisa dilihat dari dua gol Parma. Setelah itu kami mampu tampil lebih baik di babak kedua dan saya kira kami layak untuk bisa mendapatkan tiga poin penuh,” ungkap Conte.

“Saya tidak bisa menuntut lebih lagi dari para pemain kami. Sebab ini merupakan pertandingan ketiga kami dalam enam hari terakhir dan kami praktis selalu menampilkan 11 pemain yang sama karena berbagai faktor yang membuat keterbatasan skuat. Saya sama sekali tidak merasa senang dengan hasil kali ini,” tutupnya.

Usai Takluk Dari Barcelona, Inter Ingin Bangkit di Laga Kontra Juventus

Usai Takluk Dari Barcelona, Inter Ingin Bangkit di Laga Kontra Juventus

Inter Milan harus membawa pulang hasil negatif di pertandingan kedua Grup F Liga Champions usai menelan kekalahan tipis 1-2 dari Barcelona di Camp Nou Kamis dini hari WIB. Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan karena Inter sejatinya tampil bagus dan berhasil unggul terlebih dahulu di menit kedua melalui Lautaro Martinez. Keunggulan Inter itu lantas sirna di babak kedua setelah penyerang Barcelona, Luis Suarez berhasil membalikkan keadaan melalui dua golnya di menit ke-58 dan 84.

Meski demikian, Inter tidak bisa berlama-lama memikirkan kekalahan kali ini. Pasalnya, laga besar sudah menanti Inter akhir pekan ini di ajang Serie A Italia. Dalam pertandingan giornata ketujuh, Inter akan kedatangan musuh bebuyutan mereka yakni Juventus. Melihat jadwal sulit ini, gelangan La Beneamata, Nicolo Barella menegaskan bahwa timnya akan kembali menampilkan karakter hebat saat melawan Juventus seperti apa yang telah mereka tunjukkan di pertandingan melawan Barcelona.

Pertandingan bertajuk Derby D’Italia akan dilangsungkan di kandang Inter, Giuseppe Meazza Senin dini hari WIB. Inter yang saat ini berada di puncak klasemen sementara dengan koleksi 18 poin dari enam pertandingan awal sedikit diunggulkan karena mereka akan tampil di hadapan publik sendiri. Inter diyakini akan mendapatkan dukungan penuh dari fans mereka yang akan memadati stadion di pertandingan nanti.

Namun Inter tetap harus mewaspadai ancaman yang bisa saja dihadirkan oleh Juventus. Seperti yang kita ketahui, skuat Juventus dipenuhi oleh para pemain berkualitas dan hal itu sudah ditunjukkan oleh mereka di enam pertandingan awal musim ini. Meski kehilangan poin saat ditahan imbang oleh Fiorentina dengan skor 0-0, namun performa Juventus di laga-laga lainnya sangat menakutkan.

Maka dari itu, Inter dituntut untuk menampilkan performa terbaik mereka jika ingin mendapatkan poin penuh di pertandingan nanti. Inter tidak boleh sampai kalah di pertandingan ini jika tidak ingin puncak klasemen direbut oleh Juventus. Jika hal itu terjadi, maka ambisi Inter untuk bisa meraih gelar Scudetto musim ini diyakini tidak akan mudah karena Bianconeri dikenal sebagai klub yang sangat konsisten jika sudah berada di puncak klasemen sehingga mereka akan sangat sulit untuk dikejar.

“Kami menunjukkan karakter hebat saat melawan Barcelona. Akhir pekan ini, kami akan melawan Juventus dan kami akan kembali menampilkan karakter yang sama. Kami tentu ingin menang karena ini merupakan pertandingan yang berbeda. Kami adalah Inter Milan dan kami memiliki Antonio Conte sebagai pelatih,” tegas Barella.

Meski Kalah, Giampaolo Puji Performa Milan Lawan Torino

Meski Kalah, Giampaolo Puji Performa Milan Lawan Torino

Hasil buruk kembali diraih oleh AC Milan di ajang Serie A Italia setelah dipaksa pulang dengan membawa kekalahan dari markas Torino, Stadion Olimpico Turin dini hari tadi. Meski takluk dengan skor 1-2 dari tangan tuan rumah, namun semua pemain Milan dianggap telah memberikan penampilan yang terbaik di pertandingan kali ini.

Berstatus sebagai tim tamu, Milan justru mampu unggul lebih dulu melalui eksekusi penalti Krzysztof Piatek di babak pertama. Keunggulan satu gol ini berhasil dipertahankan oleh Milan hingga turun minum. Tak ingin malu di depan pendukungnya sendiri, Torino lantas bangkit di babak kedua melalui dua gol dari Andrea Belotti yang hanya berjarak empat menit guna membalikkan keadaan. Meski Milan tampil sangat mendominasi di pertandingan ini, namun mereka gagal menghindar dari kekalahan dan dipaksa harus pulang dengan tangan hampa di markas Torino.

Pelatih AC Milan, Marco Giampaolo menilai ini merupakan performa terbaik yang berhasil ditunjukkan oleh para pemainnya sejauh musim ini. Satu-satunya hal yang bisa disayangkan adalah kurang tajamnya lini serang Milan dalam memanfaatkan peluang yang didapatkan untuk menjebol gawang Torino. Ketajaman lini serang Milan memang pantas disoroti karena mereka membuang begitu banyak peluang yang didapatkan.

“Kami benar-benar mengendalikan jalannya pertandingan sepenuhnya. Hanya saja lini serang kami kurang tajam dalam mencetak gol untuk membunuh pertandingan. Kami tidak mendapatkan tekanan yang berarti, namun pertandingan harus berubah hanya dalam tempo empat menit,” ungkap Marco Giampaolo.

“Kami menciptakan begitu banyak peluang untuk mendapatkan gol kedua. Memang ada beberapa kesalahan yang kami lakukan, namun saya kira ini merupakan performa terbaik dari kami musim ini. Hasil ini tentu tetap mengecewakan karena kami telah memberikan segalanya untuk mengupayakan hasil yang lebih baik,” tutupnya.

Gagal mendapatkan tambahan poin membuat Milan saat ini harus rela menduduki peringkat 13 klasemen sementara Serie A dengan koleksi enam poin dari dua kemenangan serta tiga kekalahan. Sementara bagi Torino, tiga angka ini berhasil mendongkrak posisi mereka di klasemen sementara dengan menghuni peringkat enam lewat koleksi sembilan poin.

Solskjaer Puas Dengan Talenta Muda MU

Solskjaer Puas Dengan Talenta Muda MU

Manchester United berhasil mengamankan tiga angka penuh dalam laga perdana Liga Eropa musim 2019-2020 dini hari tadi setelah berhasil menaklukkan tamunya yakni Astana di Old Trafford dengan skor tipis 1-0. Gol kemenangan United dipersembahkan oleh penyerang muda mereka yakni Mason Greenwood di menit ke-73.

Greenwood memang menjadi salah satu dari empat pemain muda yang mendapatkan kesempatan tampil sebagai starter di pertandingan ini oleh manajer Ole Gunnar Solskjaer. Selain Greenwood, ketiga pemain muda lainnya yakni Tahith Chong, Angel Gomes, hingga Axel Tuanzebe.

Meski menurunkan sebagian besar pemain mudanya, namun United mampu tetap tampil bagus. Setan Merah sukses menguasai ball possesion hampir sepanjang pertandingan. Satu-satunya hal yang terlihat kurang dari United di pertandingan ini adalah minimnya kreativitas dalam menciptakan peluang berbahaya di lini belakang lawan.

Hal itu sangat terlihat jelas di sepanjang babak pertama dimana sepanjang 45 menit pertandingan United nyaris tanpa peluang yang mampu mengancam gawang Astana. Memasuki babak kedua permainan United terlihat sedikit mengalami perubahan seiring dengan masuknya beberapa penggawa senior seperti Jesse Lingard, Juan Mata, dan Ashley Young. Gol kemenangan United sendiri hadir setelah lima menit Mata berada di lapangan untuk menggantikan posisi dari Gomes.

Meski mengaku bahwa kemenangan ini tidak didapatkan dengan mudah oleh timnya, namun Solskjaer terlihat cukup puas khususnya dengan performa yang ditunjukkan oleh penggawa muda timnya.

“Kami menciptakan situasi yang cukup sulit unutk diri sendiri. Dalam pertandingan seperti ini Anda tentu ingin memastikan kemenangan dalam 20 menit pertama sehingga bisa tampil nyaman dan menikmati waktu yang tersisa. Sangat jelas terlihat bahwa pemain muda kami masih membutuhkan jam terbang lebih, namun saya puas dengan apa yang mereka tampilkan kali ini dan sangat menyenangkan bisa mendapatkan tiga poin,” ungkap Solskjaer.

“Kami selalu tahu jika Greenwood merupakan salah satu yang terbaik dari pemain kami jika berada di wilayah kotak penalti lawan. Saya yakin ia akan sangat bahagia dengan gol ini. Saya kira hari ini merupakan kesempatan yang besar bagi para pemain muda. Kami tidak akan menurunkan mereka jika mereka tidak siap untuk bermain. Beberapa dari pemain yang diturunkan kali ini sepertinya tidak akan tampil kala menghadapi West Ham akhir pekan ini. Akan tetapi, mereka akan dilibatkan dalam pertandingan melawan Rochdale tengah pekan depan,” tutup juru taktik asal Norwegia tersebut.